Tuesday, November 1, 2016

Ini Dia 5 Zat Paling Beracun Dan Mematikan di Dunia Yang Lebih Dari Sianida


                              

Ada banyak racun di sekeliling kita yang tanpa kita sadari hal tersebut akan bersifat mematikan jika mengenai tubuhmu dalam dosis yang tinggi.

Penelitian dari Brit Lab baru baru ini merilis beberapa daftar zat beracun dan seberapa cepatnya zat ini akan membunuhmu.Berikut ini adalah penjelasannya seperti yang dikutip dari medicaldaily.com

1.Arsenik
Arsenik merupakan zat yang lumayan beracun.Tetapi tanpa diketahui juga,arsenik juga bisa digunakan untuk mengobati segala macam gangguan yang berhubungan dengan bisul sifilis.Namun penggunaan arsenik dalam jumlah besar bisa menyebabkan muntah,kejang dan kematian dalam beberapa jam saja.

2.Digoxin
Digoxin adalah bunga foxglove yang tumbuh di inggris dan dibuat menjadi racun.Digoxin akan langsung mengenai jantung yang kemudian menyumbat aliran darah menuju jantung hingga akhirnya membuat jantung berhenti bekerja.Sebelum ini terjadi ,korban keracunan digoxin akan mengalami sakit perut,sakit kepala dan bahkan halusinasi.

3.Polonoium
Polonium merupakan racun yang tidak berwarna,tidak berasa,dan tidak terdeteksi sehingga mendapat julukan sebagai racun paling sempurna. racun ini ditemukan oleh ilmuwan Marie Curie. Dan Polonium akan menyerang organ vital tubuh yang kemudian menyebabkan kematian dalm beberapa hari saja.

4.Tetrodotoxin
TTX atau yang bisa dibilang Tetrodotoxin adalah neurotoksin yang ditemukan di Ikan buntal. Jika seseorang tak sengaja menelan racun ini,maka kamu merasa seperti bibir terbakar dan membuat air liur keluar tak terkendali.Kemudian akan mengalami kejang sebelum meninggal.

5.Botulinum
Botulinum merupakan racun yang ditemukan dalam spesies bakteri tertentu dan uniknya digunakan untuk botoks dalam dosis yang sangat kecil.Namun saat kamu terkena racun ini dalam jumlah besar maka kamu akan menglami lumpuh,gagal bernapas dan kematian.


Itulah racun racun yang tidak kalah berbahaya dari Zat Sianida yang berada di sekeliling kita.





No comments:

Post a Comment