Saturday, November 5, 2016

Mabes Polri Tegaskan Tak Ada Suara Tembakan Dari Senjata Api



Boy Rafli Amar membantah adanya tundingan penggunaan senjata api untuk membubarkan massa yang melakukan demonstrasi di depan Istana  Merdeka,Jumat (4/11) malam. Dia menjelaskan suara tembakan berasal dari pelontar gas air mata.

"Menembakkan gas air mata seperti suara ledakan senjata. Jadi itu bukan senjata api itu senjata pelontar gas air mata. Yang dilontarkan kepada pengunjuk rasa agar dapat segera meninggalkan lokasi," tegas Boy kepada awak media, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo,Jakarta Selatan,Sabtu (5/11).

Boy lalu melanjutkan suara dari pelontar tersebut sempat menimbulkan kepanikan di tengah tengah para pendemo. Hal tersebut menyebabkan situasi menjadi genting dan membuat beberapa pengunjuk rasa melawan.

Menurutnya telah ada kesapakatan bahwa pendemo akan mengakhiri unjuk rasa pada pukul 18.00 WIB. Tetapi beberapa orang melakukan penyerangan lebih dulu kepada petugas usai sholat Isya.

"Karena bagaimanapun unjuk rasa diatur oleh hukum. Tidak bisa bebas sebebas-bebasnya. Akhirnya diputuskan langkah-langkah pembubaran. Jadi lewat dari pukul 19.30 itu sudah mulai dilakukan pembubaran," ungkapnya.

No comments:

Post a Comment