
Sekolah Kebangsaan yang digelar di Taman Jayengrono,Kedatangan tamu Wali Kota Surabaya,Jawa Timur Tri Rismaharini menerima pertanyaan-pertanyaan kristis siswa-siswi SMK/SMA,Rabu (2/11).
Di sesi tanya jawab para pelajar bertanya secara bergantian.
Siswa menanyakan tentang mulai dari soal pelimpahan wewenang SMA/SMK dari Pemkot Surabaya ke Pemprov JAwa Timur hingga sampai seputar Pilkada DKI yang akan diwarnai aksi 4 November,terkait ucapan Gubernur Basuki Tjahja Purnama atau panggilanya Ahok soal Surah Al Maidah 51.
"Bu Wali Kota,sya dengar SMA/SMK akan tidak lagi dikelola PEmkot Surabaya.Ada kemungkinan setelah ini mereka akan ditarik uang SPP. Kalau begitu bagaimana dengan teman teman kami yang kurang mampu ?" pertanyaan salah satu siswa sekolah kebangsaan.
Mendengar pertanyaan ini,Risma menjawab bila Pemkot Surabaya telah berjuang maksimal agar SMA/SMK di Surabaya tetap gratis.Bahkan,tengah memperjuangkannya hingga ke Mahkamah Konstitusi (MK).
"Tapi aturannya tidak boleh nak,kita sudah berjuang. Ya,sekarang mari kita berdoa agar teman yang tidak mampu diberi kemampuan untuk membayar," jawab Risma.
Siswa SD pun ikut bertanya kepada Wali Kota perempuan pertama di Kota Surabaya tersebut dengan pertanyaan seputar Pilkada DKI Jakarta,yang memanas. "Kalau soal hal itu,saya tidak berkomentar" Kata Risma.
Tetapi yang mau saya sampaikan kepada anak-anakku semua adalah begitu negara kita merdeka,kita semua adalah satu nusa,satu bangsa dan satu bahasa. "Oleh karena itu kita harus saling menghormati satu sama lain. Kita pererat persatuan. Tidak boleh ada satu orang merasa paling benar. Kita harus menghargai orang lain," pesan Risma.
Di sekolah kebangsaan ini, para veteran juga dihadirkan untuk menceritakan peristiwa perjuangan kepada ratusan pelajar dari sejumlah sekolah, mulai SD, SMP hingga SMA/SMK.
Menurut Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Surabaya, Hartoyik, program sekolah kebangsaan ini sangat penting untuk memberi pemahaman kepada para pelajar tentang semangat nasionalisme yang digelorakan para pejuang kemerdekaan.
"Saya titip harapan kepada para pelajar Surabaya sekarang ini. Semoga negara ini bisa lebih indah, makmur dan bersatu padu," kata Hartoyik.
Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Surabaya, Wiwiek Widayati menyampaikan, sekolah kebangsaan ini adalah program tahunan yang digelar khusus memperingati Hari Pahlawan, 10 November.
No comments:
Post a Comment