Sunday, November 6, 2016

Lontarkan Pernyataan Mencengangkan Untuk Ahok Dari Buya Syafi'i


                         \

Buya Syafi'i Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, menjelaskan, Basuki atau Tjahaja Purnama alias Ahok tidak melakukan penghinaan terhadap Al-Qur'an saat kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu.

"Setelah saya membaca secara utuh pernyataan Ahok di Pulau Pramuka,Kepulauan Seribu yang menghebohkan itu " kata Buya Syafi'i dalam keterangannya. Senin (7/11/2016).

Dia mengaku tidak sempat mengikuti pendapat dan pernyataan sikap MUI yang telah dibacakan dengan penuh emosi saat diundang program salah satu televisi nasional,namun belakangan baru membaca isi pendapat dan pernyataan sikap MUI melalui internet.

"Dalam fatwa itu jelas dituduhkan bahwa Ahok telah menghina al-Qur'an dan menghina ulama sehingga harus diproses secara hukum,' ujarnya. Namun,saat itu Buya Syafi'i akal sehatnya mengatakan bahwa Ahok bukan orang jahat yang kemudian ditanggapi beragam oleh berbagai kalangan. Setelah itu,Buya Syafi'i mendapat hujatan cukup banyak,begitu juga yang membela.

Dia meminta masyarakat perhatikan dengan seksama kutipan Ahok saat kunjungan kerja ke Pulau PRamuka,27 September 2016 seperti yang tersebar di internet. Jika diperhatikan seksama tidak ada ucapan Ahok yang menghina.

Menurutnya,pokok masalah disni adalah pernyataan Ahok di depan publik disana agar jangan percaya sama orang karena dibohongi pakai surat  AL-Maidah 51. Ahok sama sekali tidak mengatakan surat AL-Maidah 51 itu bohong.

"Yang dikritik Ahok adalah mereka yang menggunakan ayat itu untuk membohongi masyarakat agar tidak memilih dirinya," katanya.
Buya Syafi'i mengatakan pusat perhatian tulisan ini adalah tidak benar Ahok menghina al-Qur’an sesuai kutipan lengkap keterangannya di Pulau Pramuka di atas.
Dirinya menyesalkan, pendapat gegabah MUI ternyata telah berbutut panjang. Bahkan, demo 4 November bentuk kongkretnya.
"Apakah kita mau mengorbankan kepentingan bangsa dan negara itu akibat fatwa yang tidak cermat itu? Atau apakah seorang Ahok begitu ditakuti di negeri ini, sehingga harus dilawan dengan demo besar-besaran? Jangan jadi manusia dan bangsa kerdil," katanya





No comments:

Post a Comment