Saturday, October 29, 2016

Kepala BNN : Jadi Bisnis Rehabilitasi,Nyawa Manusia Dipakai Mainan !!

                    

Komjen Budi Waseso Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) mengatakan program rehabilitasi  pecandu narkoba dijadikan lahan bisnis.Karena itu dia mendorong agar dilakukan pembenahan secara lembaga dan standarisasinya serta proses nya.

"Kita ini ada 100 balai rehab, 100 macam cara rehab, ada yang direbus, direndam, disuruh lari-lari, model apa rehabilitasi seperti itu," katanya dalam acara diskusi membahas pencapaian dua tahun pemerintahan Jokowi - Wakil Presiden Jusuf Kalla bidang politik,hukum dan keamanan di kantor Staf Presiden Jakarta,Rabu (27/10).

 Waseso menyebut ada Balai Rehabilitasi yang cukup mendaftarkan lalu dikeluarkan dan dinyatakan sudah selesai di rehabilitasi "Fakta yang saya sampaikan bukan hanya karangan.Nyawa manusia yang dipakai mainan,dipakai untuk bisnis.Bagaimana ada rehabilitasi tanpa ada rehabilitasi medis tiba-tiba ada rehabilitasi sosial,"katanya.

Waseso pun menyampaikan banyak pemakai yang masih dalam ketergantungan dari narkoba.Tetapi tiba-tiba rehabilitasi sosial dan ada laporan telah selesai ketergantungan dari narkoba.
Komjen Waseso telah melaporkan hal ini kepada presiden dan berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan dan MEnteri Soisal terkait rehabilitasi ini.

"Rehabilitasi itu bukan bagian BNN maupun penegak hukum, melainkan bagian Menteri Kesehatan dan Menteri Sosial," kata mantan Kabareskrim itu.

Waseso telah mengaku mendata semua kelemahan UU Narkotika sejak awal menjabat,tetapi revisi telah dibahas di DPR dan perkembangannya berjalan dengan lambat karena membahas satu paragraf saja dan memakan waktu yang berbulan-bulan.

Dan Untuk itu Waseso meminta Menko Polhukam pembahasan revisi UU Narkotika ini masuk agenda reformasi hukum yang diajukan pemerintahan Jokowi-JK.

"Saya ingin semuanya dievaluasi dan dibenahi. Karena tadi celahnya banyak. Bagaimana undang-undang dikalahkan sehingga ini celah abu-abunya makin banyak. Ini kelemahan yang harus diperbaiki," tandasnya.

No comments:

Post a Comment