Friday, October 28, 2016

Miris !!,Negara Yang Kaya Minyak Ini Alami Krisis Ekonomi Terburuk Di Dunia




                        

Afrika,Timur Tengah dan Amerika Latin,merupakan negara yang memiliki cadangan minyak dunia terbanyak.Cadangan minyak dunia tersebut mencapai 1,48 triliun barel.

Menurut data Negara-negara Pengekspor Minyak atau disebut OPEC,cadangan minyak terbesar di dunia berada di negara Venezuela mencapai 300,8 barel.Jumlah minyak ini sebesar 24,8 persen dari total cadangan minyak di dunia.

Pada 2010 total produksinya adalah 2,38 juta barel per hari,Ekspor ke AS 759.000 bph dan konsumsi Minyak 746.000 barel per hari.

Namun miris nya untuk negara penghasil minyak tersebut,Venezuela malah dilanda krisis ekonomi Terburuk di dunia sejak tahun 2014.Sedangkan di tahun 2015 pertumbuhan ekonomi disana turun lagi mencapai 6,2 persen.Dan dari data terakhir pertumbuhan ekonomi Venezuela tahun ini mencapai minus 10 persen

Krisis Ekonomi tersebut terjadi karena masyrakat tidak percaya akan pemerintah yang dipimpin oleh Presiden Nicolas Maduro.Itu dimulai dari aksi-aksi demonstrasi dan unjuk rasa di seluruh kota membuat negara itupun semakin kacau,akibatnya kenaikan harga pun terjadi pangan dan inflasi melambung tinggi mencapai 400 persen.

IMF pun menobatkan krisis ekonomi yang terjadi di Venezuela menjadi yang terburuk di dunia Sampai saat ini,hal ini terjadi selama tiga tahun belakangan ini di Venezuela.

4 alasan ini yang menjadikan Venezuela krisis dan dinobatkan menjadi sebagai yang terburuk di dunia.Dilansir dari CNN Money :

                           
                             

1. Tahun ini adalah tahun ketiga resesi ekonomi di negara Amerika Selatan ini. Bahkan, pertumbuhan ekonomi tahun ini diperkirakan mencapai minus 10 persen. IMF memperkirakan Venezuela akan berada dalam resesi sampai setidaknya 2019.Selain inflasi yang mencapai 475 persen, nilai tukar mata uang juga anjlok. Sebagai contoh, nilai tukar USD 1 sama dengan 100 Bolivares dua tahun lalu. Hari ini, USD 1 sama dengan 1.262 Bolivares.

Pengeluaran pemerintah yang berlebihan pada program-program kesejahteraan, fasilitas kurang berhasil dan peternakan bobrok menjadi pendorong krisis ekonomi lebih parah lagi.


                               

                            
2. Negara ini pun mengalami goncangan ekonomi dari dalam dan Dari luar juga dengan Diserang rendahnya harga minyak dunia.Venezuela mengandalkan perekonomian
melalui harga minyak. Di mana, harga minyak dunia mulai Menurun sejak 2014.
Padahal, 95% pendapatan negara Venezuela berhasil dari ekspor minyak mentah.
                      
                            
3. Kekurangan pangan Venezuela menjadi sangat parah tahun ini. Dalam beberapa
pekan terakhir, susu, telur, tepung jagung dan kertas toilet susah ditemukan di negara ini.
Meskipun begitu, pemerintah terus melakukan kontrol harga yang ketat atas barang
yang dijual di supermarket. Ini membuat importir mengurangi pasokan makanannya,
sebab importir akan mengalami kerugian besar.
Pada semester I-2016, impor pangan turun hampir 50 persen dari waktu yang sama tahun lalu. Namun, harga yang begitu tinggi sehingga beberapa masyarakat Venezuela kurang mampu membeli makanan.Selain itu, obat-obatan juga jarang ditemukan. Rumah-rumah
sakit pun tak bisa merawat orang sakit dan mati karena sakit 

                            
4. Venezuela kehabisan uang tunai dengan cepat. Masyarakat tidak memiliki
cukup uang untuk membayar tagihan terlalu lama.
Bank Sentral Venezuela hanya memiliki dana cadangan sebanyak USD 11,8 miliar.
Pada saat yang sama, satu-satunya sumber kas lainnya Venezuela, PDVSA,
memompa  lebih sedikit minyak dan mempertaruhkan default.
Sebagian besar cadangan dalam bentuk emas. Jadi, untuk melakukan
pembayaran utang tahun ini, Venezuela mengirim emas batangan ke Swiss.














No comments:

Post a Comment