
AGEN POKER - Dafa Mustaqim,seorang bocah berusia 7 tahun yang nasib nya nian malang.Di usia yang baru menginjak 7 tahun dia harus menerima rasa sakit akibat dianiaya,bahkan sampai tewas.
Bibi bocah malang itu yang bernama Eneng itu mengatakan jika Dafa sempat kejang-kejang sebelum menghembuskan nafas terakhir.Saat ditemukan tubuh Dafa yang sudah kaku itu penuh luka dan dari telinganya mmengucurkan darah.
Hal itu membuat para tetangga mencurigai kalau Dafa korban penyiksaan dari ibu tiri dan bapak kandungnya.
"Sempat demam tinggi,kemudian Dafa kejang - kejang,sempat dibawa ke Rumah Sakit tapi tidak terselamatkan,ungkap Eneng saat ditemui,Minggu (23/10).
Eneng Sekarang dimintai tolong oleh Mustaqim,Kakaknya untuk menjaga rumah kontrakan di jalan Swadaya.Larangan Indah,RT 3 RW 4,Kecamatan Larangan,Ciledug,kota Tanggerang
"Saya datang ke sini untuk menjaga rumah,"jelasnya.
Senada dengan hal itu,Eneng pun menceritakan soal keluarga Dafa dimana sebenarnya Dafa tinggal bersama ayah kandung dan Ibu tirinya bernama Yanti. Dia dinikahi oleh Mustqim yang waktu itu masih menjadi janda..Yanti berasal dari Magetan,Jawa Timur memilki Anak dari suaminya terdahulu bernama Rama yang sekarang duduk di bagku SMP kelas 1.
"Sedangkan kakak saya memiliki anak dari istri yang pertama berasal dari sukabumi yaitu Dafa",katanya.
Pernikahan Mustaqim dengan Yanti sudah berjalan dua tahun yang lalu dan sekarang tinggal di rumah kontrakan milik ibu Karsono hampir sudah empat bulan.
"Dafa kini sudah berpulang dan dimakamkan di TPU Kober samping Perumahan Puribeta pada kamis sekitar pukul 21.00 WIB," jelasnya.
Dafa diduga tewas akibat dianiaya oleh orangtuanya semakin kuat,Karena Kepolisian mendapatkan laporan ada saksi yang menceritakan sempat mendengar pengakuan yang diucapkan oleh Dafa.
"Polsek Ciledug dapat laporan dari SD Larangan, pada 19 Oktober, waktu itu dilihat oleh saksi dan wali kelas keluar darah di kepala korban.saat ditanyai korban mengaku dipukul dengan sapu lidi oleh ibunya,"ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono di Polda Metro jaya,Senin (24/10).
Dafa mengalami panas tinggi akibat dari pukulan tersebutdan kemudian ia dilarikan ke klnik setempat.Meskipun sudah dibawa ke klinik,bocah malang tersebut masih mengalami panas,hingga akhirnya keluarga membawanya ke RS Sari Asih Ciledug.
"Namun keluarga korban tidak mampu bayar Rp 13 juta untuk perawatan ICU. Akhirnya hanya dirawat di UGD dan akhirnya meninggal," ujarnya.
Sekarang ini pihak kepolisian telah memeriksa lima orang saksi, yaitu yang memandikan jenazah ,dan juga termasuk orang tua korban.Dan juga,pihak kepolisian membongkar makam korban untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.
"Polsek sudah bongkar makamnya untuk diautopsi oleh Polda Metro Jaya. Belum ada (hasilnya). Belum juga, kita belum ada penahanan, karena masih ditelusuri," pungkasnya.
No comments:
Post a Comment