
AGEN POKER - Melalui Kementerian Pertanian, Pemerintah terus menggenjot produktivitas padi
untuk meuju swasembada pangan usungan Presiden Joko Widodo.Salah satunya melakukan efisiensi usaha dalam pertanian.
Efisiensi usaha tani sendiri pun ditentukan oleh banyak faktor. Mengganti biaya pengairan dengan sumber energi pompa yang berasal dari bahan bakar minyak menjadi listrik adalah salah satunya.
Hal itu dipercaya dapat menekan biaya pengairan .
Abdul Majid Sekretaris Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Sekditjen PSP) Kementerian Pertanian menjelaskan,pemerintah mempersilakan para petani yang ingin melakukan efisiensi pengairan dengan pompa.
"Silahkan petani melalui dinasnya mengajukan efisensi pengairan dalam pompa ke Kementerian,"
kata Abdul dalam keterangan tertulis,Rabu (28/10).
Contoh yang sudah melakukan efisiensi pengairan pompa adalah Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Subur Makmur yang berada di Desa Klotok,Kabupaten Tuban,Jawa Timur.Mereka telah Dapat meningkatkan produktivitas padi di desa meningkatdari 2,5 ton menjadi 10-12 ton per hektar Gabah Kering Panen (GKP).
"Padi adalah pola tanaman di Desa Klotok sebelum adanya HIPPA,palawijaya yang pada 1979 dan 1980 an produksi padinya masih sangat rendah,hanya sekitar 2,5 ton -3,5 ton perhektar,ini disebabkan pengairannya masih menggunakan tadah hujan," tuturnya.
'Sumber air jaringan irigasi Beron sangat terbatas dan tidak mampu untuk mangairi seluruh daaerah layanannya," katanya.
sementara itu,pebimbing Hippa Subur Makmur,Purwanto menambahkan,pertamanya HIPPA Subur makmur pada 1991 mendapatkan pertolongan berupa pompa air,Rumah pompadan modal kerja sebesar 30 juta yang digunakan untuk operasional termasuk bahan bakar.Tetapi pompa air yang berada dalam tanah,tepian Sungai Bengawan Solo,sering terendam saat air sedang tinggi,hingga pompa rusak.
"Akhirnya mencari cara untuk utang dalam bentuk suku bunga dan sapi,kalau Rp 1 juta dalam satu bulan,maka bayarnya sekitar 1.5 juta,Setelah dilalui dalam waktu satu kali musim panen utang terlunasi.Bahkan masih menyisakan dana untuk operasional tanam berikutnya,"
katanya.
No comments:
Post a Comment