Thursday, October 27, 2016

Memprediksi Masa Depan Thailand Dibawah Kekuasaan Pangeran Playboy

                                        

Bhumibol Adulyadej Raja Thailand meninggal dunia dalam usia 88 tahun,Kamis(13/10).
Warga Negeri Gajah Putih pun menangis begitu juga yang berada di depan gedung rumah sakit ketika mendengar pengumuman itu.Kerajaan pun menetapkan masa berrkabung selama setahun.

"Yang Mulia meninggal dalam damai di Rumah Sakit Siriraj," kata pernyataan istana, seperti dilansir oleh Channel News Asia

Raja Bhumibol adalah segalanya bagi rakyat Thailand,karena dialah yang telah mempersatukan Thailand ketika di tengah jatuh bangun oleh kudeta terhadap perdana menteri.Walau tidak turun langsung,RAja selalu mengawal konstitusi di negaranya.

Raja Bhumibol pernah menegur Perdana Menteri Thaksin yang otoriter dan antikritik.Dia juga yang memanggil pemimpin rezim militer untuk segera menggelar Pemilu tahun 1992.Dua jenderal yang dipanggil pun menghadap raja sambil berlutut.

Raja RAma IX atau Bhumibol dilantik menjadi raja tahun 1946 dan mulai naik tahta tahun 1950.
Saat itu usianya baru 19 tahun,dia langsung mendapatkan tempat di hati rakyat karena kesederhanaan dan perhatiannya pada masyarakat Thailand.

Raja Bhumibol dan Ratu Sirikit menggunakan kekayaan kerajaan untuk membangun sekolah dan fasilitas umum lainya.Sang raja pun mencintai petani seperti petani juga mencintainya.

Bhumibol berkuasa selama 70 tahun dan merupakan raja terlama yang berkuasa saat ini di dunia.

Sementara Putera Mahkota Maha Vajiralongkorn (64) bak bumi dan langit dibanding sosok ayahnya. Jika ayahnya sederhana, Vajiralongkorn dikenal doyan pesta dan hidup mewah. Sang ayah menikahi satu wanita seumur hidupnya, sang pangeran sudah tiga kali kawin cerai. Belum lagi kabar hubungan gelapnya dengan sejumlah wanita di Eropa.

Pria kelahiran tahun 1952 ini lulus Royal Military College di Australia. Dia memiliki kualifikasi sebagai pilot militer. Tahun 1970an, Vajiralongkorn pernah ikut bertempur melawan gerilyawan komunis dan Khmer Merah di perbatasan Kamboja.

Tahun 2014, video pesta Vajiralongkorn yang beredar bikin malu keluarga kerajaan. Istri ketiganya, Putri Srirasmi mengadakan pesta untuk anjing pudel mereka. Srirasmi cuma mengenakan G-string supermini dengan dada terbuka.

Bulan Juli 2016 lalu, Vajiralongkorn kembali mencuri perhatian seluruh dunia. Seorang fotografer memotret putera mahkota ini di Bandara Munich, Jerman. Penampilannya disebut mirip gelandangan. Dia mengenakan kaos dalam yang kekecilan, celana jins melorot, sandal jepit dan tubuh penuh tato. Vajiralongkorn juga tampak menggendong anjing pudel sementara 
seluruh kru Thai Airways memberi hormat dengan sikap sempurna.

Akibat foto itu, polisi menggerebek rumah seorang wanita bernama Noppawan di Bangkok. Dia adalah istri Andrew MacGregor Marshall, seorang jurnalis asal Inggris. Marshall memposting foto memalukan Vajiralongkorn itu di akun media sosial miliknya. 

Penghinaan pada keluarga kerajaan dapat dipidana penjara 15 tahun. Pemerintahan militer menguatkan aturan ini. Namun setelah diperiksa delapan jam, Noppawan akhirnya dibebaskan.

Masyarakat Thailand sebenarnya lebih mengharapkan putri raja, Maha Chakri Sirindhorn, yang bisa menjadi penerus tahta. Secara aturan wanita juga diperbolehkan untuk menduduki tahta kerajaan.

Putri Sirindhorn lebih mirip ayahnya yang gemar melakukan pekerjaan sosial dan menemui masyarakat. 

Namun kelihatan benar jika pemerintahan militer mendukung Vajiralongkorn untuk berkuasa. Harapan rakyat Thailand agar Putri Sirindhorn naik tahta agaknya tak bisa terwujud.

Akan seperti apa Thailand di tangan pangeran Vajiralongkorn kelak?

No comments:

Post a Comment